Jakarta -
Kekurangan kalsium atau hipokalsemia terjadi ketika kadar kalsium dalam darah anak terlalu rendah. Dalam kasus yang parah, anak mungkin juga memerlukan perawatan medis di rumah sakit. Seperti apa saja ciri-ciri anak kekurangan kalsium?
Dikutip dari Kids Health, kadar kalsium yang normal sangat penting bagi jantung dan otot untuk bekerja dengan baik, serta untuk memastikan perkembangan tulang.
Nutrisi ini juga membantu saraf, otot, dan jantung bekerja sesuai semestinya. Bayi dengan kalsium rendah dapat menjadi sangat lemah dan rentan memiliki masalah dengan tulang dan saraf di kemudian hari jika kondisinya tidak diobati.
Pada bayi, ini disebut hipokalsemia neonatal. Hipokalsemia dini (early hypocalcemia) terjadi dalam 2 hingga 3 hari pertama kehidupan bayi, sementara hipokalsemia lanjut (late hypocalcemia) dimulai pada minggu pertama atau minggu-minggu setelah kelahiran dan lebih kecil kemungkinannya untuk hilang.
Ciri-ciri anak kekurangan kalsium
Ciri-ciri anak kekurangan kalsium awalnya mungkin tidak terlalu terlihat jelas. Umumnya gejala awal bersifat ringan, tetapi tanpa pengobatan kondisi ini juga dapat berbahaya.
Kalsium sangat penting untuk banyak fungsi tubuh, sehingga kekurangan kalsium dapat berdampak luas, termasuk pada otot, tulang, dan gigi, serta kesehatan mental.
Jika asupan makanan yang rendah menjadi penyebab kekurangan kalsium, biasanya tidak ada gejala awal. Berikut beberapa ciri anak kekurangan kalsium:
1. Masalah otot
Anak yang kekurangan kalsium mungkin mengalami beberapa masalah otot seperti nyeri otot, kram, dan kejang. Perhatikan juga apakah anak mengeluh nyeri di paha dan lengan saat berjalan atau bergerak mati rasa dan kesemutan di tangan, lengan, kaki, dan tungkai, serta di sekitar mulut.
Dikutip dari Medical News Today, gejala-gejala ini mungkin datang dan pergi, tetapi tidak cenderung hilang dengan aktivitas.
2. Masalah pada kuku dan kulit
Kekurangan kalsium yang berlangsung lama dapat menyebabkan kulit kering, eksim (peradangan pada kulit), psoriasis, kuku kering, patah, atau rapuh, dan rambut kasar. Ciri lainnya yakni alopecia, yang menyebabkan rambut rontok di beberapa bagian.
3. Masalah gigi
Ketika tubuh kekurangan kalsium, tubuh akan mengambilnya dari sumber lain seperti gigi. Dalam jangka panjang hal ini dapat menyebabkan masalah gigi, termasuk gigi berlubang, rapuh, mudah iritasi dan akar gigi lemah.
Pada bayi, kekurangan kalsium juga berisiko dapat mengganggu perkembangan gigi di masa awal. Ciri anak kekurangan kalsium, terutama pada bayi baru lahir, mungkin akan lebih sulit terlihat. Hal ini karena sebagian besar bayi tidak memiliki gejala.
Jika bayi memiliki gejala, gejalanya mungkin meliputi kedutan otot, tampak gelisah dan rewel, tremor, enggan menyusu, lesu dan kejang.
Gejala hipokalsemia pada bayi baru lahir mungkin terlihat seperti masalah umum lainnya. Pastikan anak mendapatkan pemeriksaan oleh dokter untuk mendapatkan diagnosis.
Penyebab anak kekurangan kalsium
Kalsium dalam darah bisa menjadi terlalu rendah jika pola makan anak minim asupan kalsium. Pola makan bayi yang terlalu rendah vitamin D juga perlu diperhatikan. Vitamin D diketahui bermanfaat membantu tubuh menyerap kalsium.
Masalah hormon yang mengendalikan jumlah kalsium dalam darah terlalu rendah pun bisa menjadi penyebab anak kekurangan kalsium.
Hipokalsemia lebih umum terjadi pada bayi daripada pada anak yang usianya lebih tua. Bayi yang lahir prematur atau lahir sangat kecil, yang mengalami kesulitan saat proses persalinan, atau lahir dari ibu pengidap diabetes paling berisiko mengalaminya.
Dampak kekurangan kalsium pada anak
Dikutip dari laman Healthline, komplikasi akibat penyakit kekurangan kalsium meliputi kerusakan mata, detak jantung abnormal, dan osteoporosis.
Komplikasi akibat osteoporosis meliputi patah tulang belakang atau patah tulang lainnya, serta kesulitan berjalan pada anak yang usianya lebih tua. Jika tidak diobati, penyakit kekurangan kalsium pada akhirnya bisa berakibat fatal.
Cara mengatasi kekurangan kalsium
Ilustrasi/Foto: Getty Images/Erdark
Masa kanak-kanak dan remaja merupakan fase optimal untuk membangun tulang yang kuat. Anak-anak yang mendapatkan cukup kalsium berpotensi akan memulai kehidupan dewasa dengan tulang yang lebih kuat. Ini juga akan melindungi anak dari risiko tulang keropos di kemudian hari.
Bayi dan anak-anak membutuhkan kalsium dan vitamin D untuk mencegah penyakit yang disebut rakhitis. Rakhitis melunakkan tulang dan menyebabkan kaki melengkung, pertumbuhan terhambat, dan terkadang otot terasa nyeri atau lemah. Berikut beberapa cara untuk mengatasi kekurangan kalsium seperti dilansir berbagai sumber:
1. Berikan makanan berkalsium tinggi
Kalsium ditemukan dalam sumber alami seperti makanan, termasuk pada produk olahan susu seperti susu, yogurt, dan keju keras.
Persentase lemak dalam susu dan makanan olahan susu lainnya tidak memengaruhi kandungan kalsiumnya.
Jika anak tidak dapat mengonsumsi susu, berikan kalsium dari makanan lain, seperti tahu, minuman kedelai, edamame, kacang kedelai, dan brokoli.
2. Suplemen kalsium
Beberapa bayi tanpa gejala mungkin mengalami hipokalsemia ringan yang ditemukan saat tes laboratorium dilakukan karena alasan lain.
Kondisi ini dapat membaik dengan sendirinya saat bayi mendapatkan nutrisi dengan jumlah kalsium dan mineral lain yang tepat.
Terkadang dokter mungkin memberikan suplemen kalsium sebagai salah satu terapi pengobatan. Patuhi anjuran minum suplemen dari dokter supaya hasilnya lebih optimal ya, Bunda.
3. Perawatan di rumah sakit
Dalam kasus tertentu, bayi dengan gejala hipokalsemia mungkin perlu mendapatkan kalsium melalui cairan infus atau intravena di rumah sakit untuk mengembalikan kadarnya ke normal. Dokter juga mencari penyebab rendahnya kalsium dan memberikan pengobatan sesuai kebutuhan.
Bayi membutuhkan kalori, protein, dan lemak untuk pertumbuhan dan perkembangan yang memadai. Cairan, elektrolit, dan vitamin diperlukan agar tubuhnya berfungsi dengan baik.
5. Suplemen vitamin D
Selain suplemen kalsium, anak juga mungkin memerlukan suplemen vitamin D berdasarkan hasil pemeriksaan dokter.
Dalam kondisi tertentu, bayi membutuhkan suplemen vitamin D, dimulai segera setelah lahir. Supaya lebih pasti, tanyakan kepada dokter apakah Si Kecil memang membutuhkan suplemen vitamin D.
Tidak semua penyebab hipokalsemia dapat dicegah. Namun, memberi bayi dan anak-anak nutrisi terbaik akan membantu mereka memulai hidup yang sehat dan tulang kuat. Semoga bermanfaat ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)