Kenali Ciri-ciri Bayi ASI Lapar saat Tidur, Jangan Anggap Sepele Bun!

3 months ago 53

Jakarta -

Asyik tertidur, biasanya Bunda jadi lupa mengidentifikasi Si Kecil yang kelaparan. Yuk, kenali ciri-ciri bayi ASI lapar saat tidur agar bisa segera menyusuinya.

Merawat bayi terutama di awal-awal kelahiran memang sangat melelahkan ya, Bunda. Intensitas menyusui yang cukup padat selama 24 jam membuat para ibu kerap tertidur pulas. Sering kali, di malam hari, jadwal menyusui terlewat karena asyik tertidur. 

Padahal, jika dibiarkan bayi lapar terlalu lama, mereka jadi tidak mendapatkan nutrisi secara maksimal, Bun. Sementara, aturan umum untuk bayi baru lahir ialah mereka perlu menyusui 2-3 jam sekali. Sehingga, Bunda perlu memantau apakah kebutuhan menyusuinya tersebut dipenuhi dengan baik atau tidak.

Kenali tanda-tanda bayi lapar

Tanda-tanda lapar adalah sinyal yang diberikan bayi untuk mengomunikasikan bahwa mereka siap makan. Tanda-tanda ini dapat berupa tanda-tanda awal yang samar hingga ledakan nafsu makan yang lebih jelas di tahap akhir. Memahami tanda-tanda ini sangat penting untuk pemberian makan yang responsif, yang membantu membangun hubungan pemberian makan yang sehat antara Bunda dan bayi.

Tanda-tanda lapar yang umum pada bayi meliputi beberapa hal berikut ya, Bunda:

1. Mencari makanan (memutar kepala dan membuka mulut untuk mencari sesuatu untuk diisap)
2. Mengisap tangan atau jari
3. Memainkan bibir
4. Rewel atau menggeliat

Bunda mungkin akan melihat bahwa Si Kecil memiliki cara tersendiri untuk memberi sinyal lapar. Beberapa bayi mungkin lebih vokal, sementara yang lain mungkin lebih mengandalkan bahasa tubuh. Saat Bunda menghabiskan lebih banyak waktu dengan bayi, Bunda akan menjadi terbiasa dengan tanda-tanda khusus mereka, membuat waktu menyusu lebih lancar dan lebih dapat diprediksi seperti dikutip dari laman Babyconnect.

Perbedaan tanda-tanda bayi Lapar dan lelah

Salah satu bagian tersulit dalam mengasuh anak adalah membedakan antara tanda-tanda lapar dan tanda-tanda lelah. Keduanya tampak sangat mirip, yang menyebabkan kebingungan dan terkadang frustrasi bagi orang tua dan bayi. Biasanya, ada perbedaan mencolok yang dapat Bunda temukan seiring berjalannya waktu.

Misalnya, tanda-tanda lapar biasanya meliputi hal-hal berikut ini ya, Bunda:

1. Gerakan mencari makan dan mulut
2. Peningkatan kewaspadaan
3. Aktivitas tangan ke mulut

Tanda-tanda lelah mungkin tampak sedikit berbeda ya, Bunda. Bayi seringnya akan menunjukkan hal-hal berikut ini:

1. Mengucek mata
2. Menguap
3. Aktivitas menurun

Penting untuk dicatat bahwa tanda-tanda ini dapat saling tumpang tindih, jadi konteksnya penting. Misalnya, jika bayi baru saja makan dan menunjukkan tanda-tanda rewel, kemungkinan besar mereka lelah (atau kembung) daripada lapar.

Di sisi lain, jika sudah lama sejak terakhir kali mereka menyusu, tanda-tanda yang sama itu mungkin menunjukkan rasa lapar. Seiring waktu, Bunda akan menjadi ahli dalam mengenali tanda-tanda lapar bayi.

Cara mengetahui bayi lapar saat tidur

Setelah mengetahui tanda-tanda bayi lapar secara umum, mari mengidentifikasi tanda-tanda lapar saat bayi tidur ya, Bunda. Penting untuk dicatat bahwa bayi baru lahir sering kali merasa lapar saat tidur karena perutnya yang kecil dan pertumbuhannya yang cepat. Ini berarti bahwa rasa lapar dapat mengganggu pola tidur, yang menyebabkan sering terbangun dan siklus tidur yang lebih pendek.

Tanda-tanda bayi lapar sebelum tidur

Periode sebelum tidur sangat penting untuk memastikan bayi merasa nyaman dan siap untuk beristirahat. Perhatikan tanda-tanda lapar ini sebelum menidurkannya:

1. Rewel
2. Sulit untuk tenang
3. Mencari gara-gara, bahkan saat tidak digendong

Jika Bunda melihat tanda-tanda ini, pertimbangkan untuk menawarkan bayi makanan sebelum tidur untuk mendorong tidur yang lebih lama dan lebih nyenyak. Bayi yang cukup makan cenderung tidur lebih lama, yang dapat bermanfaat bagi bayi dan orang tuanya. Namun, berhati-hatilah untuk tidak membuat hubungan antara menyusu dan tidur, karena hal ini dapat membuat bayi sulit tertidur sendiri dalam jangka panjang.

Tanda-tanda bayi lapar saat tidur

Percaya atau tidak, bayi dapat menunjukkan tanda-tanda lapar bahkan saat tidur. Hal ini khususnya umum terjadi pada bayi baru lahir dan bayi yang lebih muda. Menyadari tanda-tanda halus ini dapat membantu Bunda segera menanggapi kebutuhan bayi. Perhatikan tanda-tanda bayi lapar saat tidur dengan perilaku berikut ya, Bunda:

1. Peningkatan gerakan atau kegelisahan
2. Gerakan mengisap dengan mulut
3. Menangis atau merengek pelan
4. Mendekatkan tangan ke mulut

Hal ini dapat menunjukkan bahwa bayi merasa lapar tetapi belum sepenuhnya bangun. Jika Bunda melihat tanda-tanda ini, Bunda mungkin ingin mempertimbangkan untuk membangunkan bayi dengan lembut untuk menyusu di malam hari. Menanggapi tanda-tanda awal ini dapat mencegah bayi Bunda menjadi terlalu lapar dan sulit untuk kembali tidur.

Tanda-tanda bayi lapar tepat setelah bayi bangun

Saat-saat tepat setelah bayi bangun dapat memberikan petunjuk berharga tentang kebutuhannya. Saat bayi bangun, amati perilakunya dengan saksama. Tanda-tanda lapar yang langsung mungkin meliputi hal-hal berikut:

1. Gerakan mata yang cepat sebelum mata terbuka sepenuhnya
2. Gerakan mulut atau mengecapkan bibir
3. Menangis atau bergumam
4. Menolehkan kepala ke samping (mencari-cari)

Jika Bunda melihat tanda-tanda ini, kemungkinan besar sudah waktunya untuk menyusu. Menanggapi isyarat ini dengan segera dapat membantu mencegah bayi Bunda menjadi terlalu lapar dan rewel.

Bagaimana mengetahui bayi cukup menyusu?

Mungkin sulit untuk merasa yakin bahwa bayi mendapatkan cukup ASI, terutama jika Bunda menyusui secara eksklusif. Jangan khawatir. Bayi akan segera belajar memberi sinyal bahwa mereka membutuhkan lebih banyak ASI. Bunda mungkin tidak perlu terlalu khawatir selain menempatkan Si Kecil pada posisi dan siap menyusu kapan pun Bunda melihat tanda-tanda lapar mereka.

Bayi yang baru lahir akan menyusu lebih sering, biasanya setiap 2 hingga 3 jam dan terkadang lebih sering. Mereka harus menyusu hingga 12 kali setiap 24 jam. Seringnya mengisap ini memberi tahu tubuh Bunda untuk memproduksi lebih banyak susu bagi Si Kecil yang rakus.

Sepanjang hari-hari awal pertumbuhan bayi, perut kecil mereka juga ikut membesar. Faktanya, perut bayi membesar dari seukuran buah ceri saat lahir, menjadi seukuran kacang kenari pada hari ke-3, seukuran buah plum pada usia 1 minggu, dan seukuran telur ayam besar pada usia 1 bulan.

Ini berarti bayi masih perlu banyak menyusu, tetapi mereka kini dapat minum lebih banyak susu setiap kali Bunda menyusui atau memberinya makan. Ini mungkin berarti mereka dapat menyusu lebih lama di antara waktu menyusu seperti dikutip dari laman Healthline.

Perhatikan bayi saat mereka menyusu untuk melihat mereka menelan ludah. ​​Bunda juga mungkin dapat mendengar bayi menelan saat mereka menyusu, tetapi mereka seharusnya tidak mengeluarkan banyak suara selain itu. (Suara menyeruput atau menjulurkan bibir mungkin menunjukkan pelekatan yang buruk). Selain itu, bayi juga akan memberi tahu saat mereka sudah diberi makan dan merasa puas.

Oh iya, Bunda, bayi juga memiliki beberapa sinyal 'sudah diberi makan' dan 'belum lapar untuk saat ini'. Jika Bunda ingin tahu apakah bayi merasa puas setelah menyusu, perhatikan apakah ia menunjukkan hal-hal berikut:

1. Melepaskan atau mendorong payudara atau botol
2. Menutup mulut dan tidak menanggapi dorongan untuk menyusu atau mengisap lagi
3. Tangan terbuka dan rileks (bukan mengepal)
4. Tubuh rileks dan bahkan sedikit lemas
5. Melihat sekeliling dan menunjukkan minat untuk bermain atau melakukan hal-hal lain
6. Tampak puas dan mungkin bahkan tersenyum
7. Tampak mengantuk dan siap untuk kembali tidur

Pemeriksaan rutin dengan dokter anak bayi meliputi penimbangan bayi dan membandingkannya dengan tabel standar untuk berat badan bayi. Kenaikan berat badan yang diharapkan saat bayi menyusu dengan benar adalah sekitar 5,5 hingga 8,5 ons (155 hingga 240 gram) setiap minggu, selama 4 bulan pertama kehidupannya. Jangan lupa untuk selalu melakukan konsultasi dan pemeriksaan rutin di dokter anak agar pertumbuhannya senantiasa terpantau ya, Bunda.

Semoga informasinya membantu ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online