Kenali FAFO Parenting, Pola Asuh Viral yang Mengajarkan Anak-anak tentang Tanggung Jawab

1 week ago 7

Jakarta -

Ada banyak gaya parenting yang kini menjadi tren di media sosial, Bunda. Salah satu yang saat ini mulai ramai diperbincangkan, yaitu FAFO parenting.

Dikutip dari laman Motherly, FAFO parenting merupakan singkatan dari F** Around and Find Out. Gaya pengasuhan ini hanyalah cara untuk mengatakan bahwa Bunda harus membiasakan anak-anak mengalami konsekuensi alami dari tindakan mereka tanpa orang tua harus terus menerus turun tangan untuk menyelamatkannya.

Misalnya saja jika anak menolak untuk mengenakan jaket di suhu dingin, mereka akan menyadari bahwa hal ini sangat membuat tidak nyaman. Jadi lain kali, mereka pun akan mengambil sendiri jaketnya tanpa disuruh.

Mengapa FAFO Parenting viral?

Istilah FAFO parenting beredar di kalangan orang tua untuk sementara waktu. Namun, baru-baru ini gaya parenting FAFO mendapat lebih banyak sorotan ketika istri juara Super Bowl Jason Kelce, Kyle Kelce, mengungkapkannya dalam sebuah podcast.

Kyle Kelce menjelaskan bagaimana suaminya melakukan pendekatan FAFO dengan putri mereka karena dia menolak mengenakan jaket.

"Jadi dia membuka pintu depan, membawanya keluar hanya kurang dari satu menit. Jadi, tidak ada masalah keamanan di sini. Kurang dari satu menit dia di luar, dia kembali. Dia berkata, 'Di luar sana dingin'. Saya bilang, 'Bagus, ayo pakai jaketmu'. Lalu coba tebak? Dia memakai jaketnya," kata Kylie.

Tidak hanya itu, unggahan dari Bunda Seleb lainnya juga membuat FAFO parenting dikenal oleh banyak masyarakat. Mereka menjelaskan bahwa gaya pengasuhan ini memberikan anak otonomi atas pilihan mereka serta membiarkan anak menghadapi tampaknya.

"Mereka mendapatkan konsekuensi alami mereka dan mencari tahu jalan keluarnya," tutur influencer TikTok, @HeyImJanelle.

Janelle juga membagikan momen pengasuhan FAFO dengan membiarkan putranya memutuskan kapan dia siap mengenakan pakaian kering setelah menolak mengenakan jas hujan dalam perjalanan berkemah. Dengan tidak memarahi anak, Si Kecil juga akan mendapatkan pelajaran melalui pengalamannya.

Kapan Bunda harus berhenti memakai FAFO Parenting?

Perlu diketahui bahwa tidak semua gaya parenting cocok digunakan untuk mengasuh anak ya, Bunda. Ada kalanya, FAFO parenting ini juga tidak berhasil untuk Si Kecil.

Pada gaya parenting satu ini, masalah keselamatan dan kemandirian anak selalu diperdebatkan. Namun, apakah membiarkan anak belajar dari konsekuensi alami dari tindakannya sendiri justru berbahaya?

Dikutip dari laman CBC, konsultan parenting yang berbasis di Surrey, Inggris Tenggara, Vanessa Lapointe, jika Bunda memiliki anak yang sangat sensitif, penggunaan gaya parenting FAFO mungkin akan gagal pada mereka.

"Kegagalan akan terasa seperti kematian bagi anak," ujarnya.

Vanessa menambahkan bahwa pendekatan ini juga tidak selalu berhasil untuk setiap keluarga dan realitas kehidupan sehari-hari mereka. Tidak hanya itu, menetapkan standar terlalu tinggi dan membiarkan anak terus-menerus tersandung bahaya secara fisik di satu sisi juga akan memengaruhi kesejahteraan emosionalnya.

"Kami tidak ingin membiarkan anak-anak terlantar," kata Vanessa.

Tips mengasuh anak dengan gaya parenting FAFO

keluargaIlustrasi/Foto: Getty Images/imtmphoto

Penulis sekaligus pendidik parenting Kimberly King, MSEd, mengungkap ada beberapa tips yang bisa dilakukan saat menggunakan gaya parenting FAFO. Berikut ini deretannya seperti dikutip dari laman Parents:

1. Fokus pada konsekuensi

FAFO parenting mengajarkan anak untuk menghadapi konsekuensi yang akan mereka jalani dalam memilih keputusan. Hal ini juga berlaku ketika mereka tidak mengerjakan PR, Bunda.

Daripada mengatakan, 'Kalau tidak mengerjakan PR, kamu akan gagal', Bunda bisa katakan, 'Kalau kamu tidak mengerjakan PR sekarang, kamu akan tidur lebih larut dan mengantuk di esok hari'.

"Akal sehat dengan konsekuensi yang sesuai dengan usianya mengajarkan tanggung jawab tanpa bahaya atau stres yang tidak perlu," ungkap Kimberly.

2. Coba memecahkan masalah secara kolaboratif

Jika seorang anak berulang kali bergumul dengan suatu masalah, bekerja samalah dengan mereka untuk menemukan solusi alih-alih membiarkan mereka berjuang sendirian.

"Jika anak terus melupakan tas makan siangnya setiap hari, daripada membiarkannya terus terjadi, bekerja samalah dan buat daftar periksa semua barang yang perlu dilakukan setiap pagi," papar Kimberly.

3. Tetapkan batasan yang jelas dan konsisten

Ketika menerapkan pola asuh FAFO, Bunda dan Ayah perlu menetapkan batasan yang jelas. Tidak hanya itu, batasan yang dibuat juga harus konsisten, Bunda.

"Tetapkan batasan yang masuk akal sesuai dengan usia anak," papar Kimberly.

Nah, itu tadi penjelasan tentang gaya parenting FAFO, Bunda. Kira-kira, Bunda tertarik mengadopsi gaya pengasuhan ini?

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(mua/fir)

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online