Mengenal Fase Luteal Phase saat Menstruasi dan Cara Menghitungnya untuk Keberhasilan Kehamilan

3 months ago 51

Jakarta -

Luteal phase (fase luteal) adalah bagian dari siklus menstruasi yang terjadi tepat setelah ovulasi yakni ketika ovarium melepaskan sel telur. Tahapan di siklus menstruasi ini penting untuk mendukung proses kehamilan. Yuk, lebih mengenal fase luteal saat menstruasi dan cara menghitungnya untuk keberhasilan kehamilan.

Fase luteal tiap perempuan bervariasi, tetapi orang yang memiliki fase luteal yang lebih pendek biasanya berkemungkinan kesulitan untuk hamil.

Apa itu luteal phase?

Dilansir Cleveland Clinic, fase luteal dari siklus menstruasi terjadi tepat setelah ovulasi. Fase ini berlangsung sekitar 14 hari dan berakhir saat perempuan mendapatkan menstruasi. Tujuan utama fase luteal adalah mempersiapkan rahim untuk kemungkinan kehamilan.

Jika sel telur tidak dibuahi atau menempel (tidak terjadi kehamilan), perempuan akan mendapatkan menstruasi. Fase luteal berakhir saat perempuan mendapatkan menstruasi.

Apa yang terjadi selama luteal phase?

Dalam fase luteal, folikel dominan yang melepaskan sel telur saat ovulasi berubah menjadi struktur yang disebut korpus luteum. Korpus luteum menghasilkan progesteron, bersama dengan sejumlah estrogen. Kadar progesteron meningkat pada fase luteal, yang membantu menebalkan lapisan rahim. 

Hormon yang meningkat ini dalam rangka mempersiapkan lapisan rahim untuk kehamilan dengan membuatnya lebih tebal. Lapisan tebal tersebut merupakan lingkungan yang ideal bagi sel telur yang telah dibuahi untuk menempel dan berkembang biak.

Selain itu, hormon yang meningkat menyebabkan lendir serviks mengental menjadi pasta. Lendir yang mengental membantu mencegah bakteri masuk ke dalam rahim.

Jika perempuan tidak hamil pada siklus tersebut, korpus luteum akan larut dan kadar hormon akan menurun. Perempuan akan melepaskan lapisan rahim selama periode menstruasi.

Selama fase luteal, sel telur bergerak dari ovarium melalui tuba fallopi dan menuju rahim. Jika sperma membuahi sel telur tersebut, sel telur yang telah dibuahi akan menempel pada lapisan rahim dan terjadilah kehamilan. 

Mengenal fase-fase siklus menstruasi

Fase luteal adalah salah satu dari empat fase siklus menstruasi. Setiap fase siklus menstruasi berperan penting dalam reproduksi:

  1. Menstruasi: Ini terjadi saat lapisan rahim (endometrium) luruh melalui vagina. Ini juga disebut menstruasi. Hari pertama menstruasi adalah hari pertama terjadinya pendarahan vagina.
  2. Fase folikular: Pada fase ini, ovarium mempersiapkan sel telur untuk ovulasi. Sel telur berkembang di ovarium di dalam folikel. Satu folikel berkembang menjadi folikel yang paling dominan dan melepaskan sel telur pada siklus tersebut.
  3. Ovulasi: Ovarium melepaskan sel telur yang berkembang pada fase folikular.
  4. Fase luteal: Fase luteal dimulai saat sel telur memulai perjalanannya menuju rahim. 

Siklus ini berulang hingga perempuan menopause, kecuali jika kehamilan atau kondisi kesehatan yang mencegahnya terjadi lagi.

Cara menghitung luteal phase

Melansir dari Healthline, fase luteal adalah paruh kedua dari siklus menstruasi. Setelah folikel melepaskan sel telurnya, sel telur bergerak ke tuba falopi, yang dapat bersentuhan dengan sperma dan dibuahi. 

Ada beberapa langkah yang dapat Bunda lakukan untuk menghitung fase luteal:

  1. Mencatat siklus menstruasi: Bunda dapat menuliskan hari pertama menstruasi dengan hari 1.
  2. Hari ovulasi: Selanjutnya, ovulasi biasanya terjadi sekitar 14 hari sebelum menstruasi berikutnya.
  3. Hitung durasi fase luteal: Untuk menghitung durasi fase luteal, Bunda dapat melihat dari jumlah hari antara ovulasi dan hari pertama menstruasi. Misalnya, rata-rata siklus menstruasi berlangsung selama 28 hari. Ovulasi terjadi pada hari ke-14. Maka rata-rata lama fase luteal adalah antara 12 dan 14 hari. 

Namun, seperti siklus menstruasi, fase luteal dapat bervariasi. Fase luteal yang berlangsung selama 10 hingga 17 hari dianggap normal.

Jika fase luteal Bunda terlalu pendek (kurang dari 10 hari sejak ovulasi), mungkin sulit untuk hamil karena lapisan rahim tidak punya cukup waktu untuk menebal guna mendukung kehamilan. Namun, tubuh setiap orang berbeda, dan hanya karena fase luteal lebih pendek dari rata-rata bukan berarti perempuan tidak bisa hamil. Sebaiknya konsultasikan dengan penyedia layanan kesehatan jika sedang mencoba untuk hamil.

Jika Bunda ingin memastikan lebih akurat maka dapat menggunakan metode seperti:

  • Mengukur suhu tubuh basal (BBT).
  • Menggunakan alat prediksi ovulasi (OPK).
  • Pemeriksaan hormon progesteron melalui tes darah.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online