Mioma Uteri: Kenali Penyebab, Gejala, Ciri Miom Ganas, Cara Mencegah dan Mengobatinya

1 week ago 7

Mioma uteri atau yang sering dikenal dengan miom adalah masalah kesehatan yang sering dialami perempuan. Mioma uteri ini merupakan tumor di lapisan rahim yang sering disebut fibroid rahim, Bunda.

Kondisi ini umumnya tidak bersifat kanker atau jinak. Namun, mioma uteri dapat menyebabkan gejala yang mengganggu dan memengaruhi kualitas hidup seorang perempuan.

Apa itu mioma uteri?

Mioma uteri atau fibroid rahim adalah pertumbuhan benjolan padat yang berasal dari otot polos rahim atau uterus. Fibroid ini sering muncul pada perempuan yang berada di usia subur.

Dilansir Mayo Clinic, seorang perempuan dapat memiliki satu benjolan miom atau lebih di lapisan rahimnya. Miom yang tumbuh sangat besar dapat merusak bagian dalam dan luar uterus. Dalam kasus ekstrem, beberapa benjolan tumbuh cukup besar hingga memenuhi area panggul atau perut. 

Penyebab mioma uteri

Penyebab pastinya mioma uteri belum diketahui. Namun, pakar percaya ada beberapa faktor risiko yang dikaitkan dengan penyebabnya, seperti:

1. Faktor Hormon

Dua hormon yang dikaitkan dengan penyebab mioma uteri adalah estrogen dan progesteron. Keduanya dapat merangsang perkembangan lapisan rahim setiap siklus menstruasi sebagai persiapan untuk kehamilan. Hal tersebut dapat menjadi salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan miom.

Penelitian menunjukkan bahwa fibroid atau miom cenderung tumbuh saat kadar hormon lebih tinggi (seperti selama kehamilan) dan menyusut saat kadar hormon rendah (misalnya selama transisi menuju menopause).

2. Faktor genetik

Faktor genetik juga memegang peranan terhadap terjadinya miom, Bunda. Dilansir Healthline, bila ibu, saudara perempuan, atau nenek memiliki riwayat mioma uteri, maka kemungkinan Bunda juga mengalaminya.

3. Faktor lainnya

Selain hormon dan genetik, mioma uteri juga dikaitkan dengan beberapa faktor lain, seperti obesitas, kesulitan memiliki anak, mendapatkan haid di usia yang sangat muda, dan berusia di atas 30 tahun. Selain itu, orang-orang ras Afrika Amerika juga memiliki risiko lebih tinggi mengalami mioma uteri dibandingkan dengan orang-orang dari etnis lainnya.

Gejala mioma uteri

Banyak Bunda tak merasakan gejala mioma, sehingga kebanyakan baru diketahui dari pemeriksaan USG. Namun, ada beberapa gejala khas yang mungkin dialami pada seorang dengan miom, yang dapat dipengaruhi oleh lokasi, ukuran, dan jumlah fibroid. Berikut gejalanya:

  1. Volume haid yang banyak atau periode haid yang menyakitkan.
  2. Periode menstruasi yang lebih lama atau lebih sering.
  3. Merasakan nyeri panggul.
  4. Sering buang air kecil atau kesulitan buang air kecil
  5. Perut terlihat membuncit dan keras saat ditekan
  6. Konstipasi
  7. Nyeri di area perut atau punggung bawah
  8. Nyeri saat berhubungan seksual

"Gejala yang dialami akan bergantung pada jumlah tumor dimiliki serta lokasi dan ukurannya. Misalnya, fibroid submukosa dapat menyebabkan perdarahan menstruasi yang banyak dan kesulitan untuk hamil," kata dokter spesialis kebidanan dan ginekologi, Stacy A. Henigsman, DO.

"Jika benjolan sangat kecil atau perempuan sedang mengalami menopause, maka kemungkinan dia tidak mengalami gejala apa pun. Fibroid bahkan dapat menyusut selama menopause dan setelah menopause. Hal ini terjadi karena kadar estrogen dan progesteron menurun selama menopause," sambungnya.

Ilustrasi USGIlustrasi pemeriksaan mioma uteri dengan USG/ Foto: Getty Images/iStockphoto/PonyWang

Diagnosis mioma uteri

Pada banyak kasus, dokter dapat menemukan mioma uteri dalam pemeriksaan panggul. Namun, ada beberapa tes yang dapat dilakukan untuk mengonfirmasi mioma uteri dan menentukan ukuran serta lokasinya. Dilansir laman Cleveland Clinic, berikut jenis pemeriksaan untuk mendiagnosis mioma uteri:

1. Ultrasonografi (USG) transvaginal

USG merupakan metode pemeriksaan non-invasif menggunakan energi dalam bentuk gelombang suara yang diubah menjadi gambar untuk melihat organ dalam tubuh. USG Transvaginal dapat digunakan untuk melihat kondisi rahim, termasuk miom dan kista.

2. Magnetic Resonance Imaging (MRI)

Magnetic Resonance Imaging (MRI) adalah pemeriksaan menggunakan gelombang radio dan magnet untuk menghasilkan gambar. MRI juga dapat melihat gambar terperinci dari organ-organ internal, termasuk organ rahim.

3. Computed tomography (CT scan)

CT Scan adalah prosedur pencitraan medis non-invasif yang menggunakan sinar-X untuk membuat gambar rinci bagian dalam tubuh.

4. Histeroskopi

Selama histeroskopi, dokter akan menggunakan alat yang disebut scope (tabung tipis dan fleksibel dengan kamera di ujungnya) untuk melihat fibroid di dalam rahim. Scope dimasukkan melalui vagina dan leher rahim, lalu dipindahkan ke area rahim.

5. Histerosalpingografi (HSG)

Histerosalpingografi (HSG) adalah prosedur sinar-X yang digunakan untuk melihat bagian dalam rahim dan tuba falopi. Pemeriksaan ini juga dapat dilakukan untuk mendeteksi miom, Bunda.

Selain kelima pemeriksaan di atas, jenis pemeriksaan lain yang juga dapat mendiagnosis mioma uteri adalah sonohisterografi dan laparoskopi.

Cara mengatasi mioma uteri

Pengobatan untuk mioma uteri dapat bervariasi tergantung pada ukuran, jumlah, lokasi, serta gejala yang ditimbulkan. Jika tidak mengalami gejala apa pun, Bunda mungkin tidak memerlukan pengobatan. Miom yang ukurannya kecil sering kali dapat dibiarkan begitu saja, Bunda. 

Sebaliknya, bila Bunda mengalami gejala, termasuk anemia akibat pendarahan berlebih, nyeri sedang hingga berat, atau masalah saluran kemih dan usus, Bunda memerlukan penanganan medis. Rencana pengobatan bergantung pada beberapa faktor, termasuk:

  • Berapa banyak fibroid/benjolan miom yang dimiliki
  • Ukuran fibroid
  • Di mana fibroid berada
  • Gejala apa yang dialami terkait dengan fibroid
  • Keinginan untuk mempertahankan rahim

Pilihan pengobatan terbaik akan bergantung pada rencana kehamilan di masa mendatang. Bunda sebaiknya konsultasi ke dokter bila berencana untuk menjalani program hamil. Pilihan pengobatan untuk mioma uteri dapat meliputi:

1. Obat-obatan

Penggunaan obat-obatan dapat diberikan untuk mengatasi gejala, Bunda. Beberapa pilihan obat ini seperti asetaminofen dan ibuprofen, pil KB, suplemen zat besi, agonis GnRH, atau obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAID).

2. Prosedur non-bedah 

Ada dua prosedur non-bedah yang dapat dilakukan untuk mengatasi mioma uteri, yakni:

  • Embolisasi Arteri Uterina (UAE): memotong suplai darah ke miom agar ukurannya mengecil
  • Ablasi Endometrium: menghancurkan lapisan rahim untuk mengurangi perdarahan

3. Operasi

Tindakan operasi juga dapat dilakukan untuk beberapa tujuan. Berikut jenis operasi untuk mengatasi mioma uteri:

  •  Miomektomi: mengangkat miom tanpa merusak rahim
  •  Histerektomi: mengangkat seluruh rahim, yang biasanya dilakukan bila ukuran miom sangat besar atau pasien tidak ingin hamil lagi

Cara mencegah mioma uteri

Secara umum, Bunda tidak dapat mencegah mioma uteri. Namun, Bunda dapat mengurangi risiko dengan perubahan gaya hidup yang sehat, seperti:

  • Menjaga berat badan ideal
  • Rutin olahraga
  • Konsumsi makanan bergizi seimbang, seperti banyak makan buah dan sayuran

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pil KB atau kontrasepsi progestin dapat menurunkan risiko terjadinya mioma. Namun, penggunaan pil KB sebelum usia 16 tahun dapat dikaitkan dengan risiko yang lebih tinggi.

Alami mioma uteri saat hamil, apakah berbahaya?

Sering kali, mioma uteri tidak mengganggu kehamilan. Bahkan, banyak kehamilan dengan miom berjalan lancar, Bunda.

Namun, beberapa mioma uteri, terutama jenis submukosa, dapat menyebabkan infertilitas atau keguguran. Mioma uteri juga dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan tertentu, seperti solusio plasenta, bayi sungsang pembatasan pertumbuhan janin, dan persalinan prematur.

Perlu dicatat bahwa risiko tersebut sangat rendah, terutama bila ukuran miom kecil dan tidak menimbulkan gejala. Ibu hamil dengan miom biasanya akan mendapatkan pemantauan khusus dari dokter.

Apakah penderita miom saat hamil tidak bisa melahirkan normal?

Banyak perempuan dengan miom dapat melahirkan normal atau pervaginam, terutama jika ukuran miom kecil dan tidak menghalangi jalan lahir. Namun, pada kasus miom besar atau letaknya menghalangi jalan lahir, maka diperlukan tindakan operasi caesar.

Demikian serba-serbi terkait mioma uteri atau miom. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/ank)

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online