Jakarta -
Jaringan parut operasi caesar adalah untaian kolagen yang terbentuk di dalam tubuh setelah operasi, trauma, infeksi, atau peradangan. Sayangnya, jaringan parut ini jarang dibahas dan banyak pasien yang tidak pernah mendengar istilah perlengketan.
Karena jaringan parut merupakan bagian dari proses penyembuhan alami tubuh, tidak ada cara untuk mencegah terbentuknya perlengketan dan operasi yang dirancang untuk menghilangkannya justru menyebabkan terbentuknya perlengketan lebih lanjut, Bunda.
Perlengketan adalah pita jaringan parut yang menyatukan dua permukaan internal tubuh yang biasanya tidak terhubung. Organ atau jaringan di dalam tubuh menempel (melekat) ke permukaan internal lainnya.
Dikutip dari laman Better Health, secara umum, perlengketan berkembang saat tubuh mencoba memperbaiki dirinya sendiri. Respons normal ini dapat terjadi setelah operasi, infeksi, cedera (trauma), atau radiasi. Perlengketan dapat muncul sebagai lembaran jaringan tipis yang mirip dengan plastik pembungkus, atau sebagai pita fibrosa tebal.
Perlengketan dapat memengaruhi organ reproduksi perempuan (indung telur, tuba falopi), usus, area di sekitar jantung, tulang belakang, dan tangan. Perlengketan dapat menyebabkan berbagai masalah termasuk infertilitas, dispareunia (hubungan seksual yang menyakitkan), nyeri panggul, dan obstruksi atau penyumbatan usus.
Perlengketan pasca operasi caesar termasuk masalah yang umum terjadi. Hingga 93 persen Bunda yang menjalani operasi perut mengalami perlengketan. Perlengketan perut juga terjadi pada 10 persen yang tidak pernah menjalani operasi.
Penyebab perlengketan pasca operasi caesar
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, perlengketan ini seperti bekas luka internal, Bunda. Dikutip dari laman Cleveland Health, jika organ atau jaringan di dalam rongga perut rusak, sistem kekebalan tubuh memicu peradangan untuk menyembuhkan jaringan tersebut. Sebagai bagian dari proses penyembuhan, jaringan yang rusak membentuk jaringan parut.
Tidak seperti bekas luka yang terbentuk saat lutut terluka, perlengketan di perut tidak mengelupas dan memudar seolah-olah tidak pernah ada. Sebaliknya, permukaan yang rusak dapat saling menempel.
Gejala perlengketan pasca operasi caesar
Bunda yang telah menjalani operasi caesar sering kali tahu ada yang salah. Mereka dapat merasakannya, baik itu nyeri tertentu atau sesak yang sulit mereka gambarkan. Sayangnya, banyak dokter akan memberi tahu mereka bahwa nyeri setelah operasi caesar adalah hal yang umum dan tidak ada yang dapat dilakukan untuk mengatasinya.
Dilansir Clear Passage, berikut ini adalah gejala umum perlengketan setelah operasi caesar:
- Nyeri perut yang tidak dapat didiagnosis (terkadang bertahun-tahun setelah operasi caesar)
- Kesulitan berdiri tegak
- Perut bengkak/kembung
- Nyeri saat berhubungan seksual
- Buang air besar yang menyakitkan
- Infertilitas sekunder
- Nyeri panggul kronis
- Peningkatan nyeri haid (sejak operasi caesar)
- Nyeri/nyeri tekan di lokasi bekas luka
- Bengkak setelah operasi caesar
- Nyeri bekas luka operasi caesar
Diagnosis perlengketan pasca operasi caesar
Bagaimana perlengketan perut didiagnosis? Dokter akan menanyakan gejala dan riwayat medis. Gejala seperti nyeri perut dan riwayat operasi dapat menyebabkan dokter mencurigai adanya perlengketan.
Teknologi pencitraan tidak dapat mendeteksi perlengketan perut. Namun, diagnosis ini dapat mendeteksi penyumbatan usus yang mungkin terkait dengan perlengketan:
- Pemindaian sinar-X dan CT (computed tomography) pada perut dapat menunjukkan penyumbatan di usus halus. CT dapat menunjukkan seberapa parah penyumbatan tersebut.
- Histerosalpingogram (HSG) dapat menunjukkan penyumbatan di rahim atau tuba fallopi.
Cara mengatasi perlengketan pasca operasi caesar
Perlengketan dapat diobati dengan operasi terbuka atau laparoskopi (lubang kunci), yang dikenal sebagai adhesiolisis. Perlengketan dipotong dengan pisau bedah atau arus listrik. Berikut penjelasannya!
1. Adhesiolisis terbuka
Karena perlengketan cenderung terbentuk setelah prosedur pembedahan tertentu, adhesiolisis terbuka mungkin tidak berlaku jika masalah perlengketannya ringan, kecuali untuk mengatasi masalah serius seperti obstruksi usus.
2. Adhesiolisis laparoskopi
Orang dengan gejala perlengketan dapat mempertimbangkan operasi laparoskopi. Keuntungan dari prosedur ini adalah hanya diperlukan sayatan kecil, itulah sebabnya prosedur ini juga dikenal sebagai 'operasi lubang kunci'. Laparoskopi adalah metode yang lebih disukai untuk melakukan operasi infertilitas karena risiko pembentukan perlengketan baru lebih rendah.
Sementara, perawatan non-bedah untuk perlengketan, alternatif untuk operasi meliputi:
- Obat sering kali menjadi pilihan perawatan pertama untuk nyeri akut dan merupakan bagian dari perawatan untuk nyeri kronis
- Olahraga
- Terapi fisik
- Perubahan gaya hidup
- Mobilisasi jaringan lunak
Meskipun dapat membantu, obat bukanlah obat mujarab. Obat dapat menyebabkan efek samping atau mungkin tidak efektif, dan sering kali mahal. Dokter spesialis dapat memberi tahu tentang pilihan perawatan non-bedah yang paling sesuai dengan situasi pasien.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)