Studi Membuktikan Kehamilan Mengubah Ukuran Usus Bunda, Jadi Lebih Besar

3 months ago 54

Jakarta -

Bukan rahasia lagi jika tubuh Bunda akan berubah selama kehamilan. Kehamilan menjadi pengalaman luar biasa yang akan dialami setiap perempuan. 

Bukan hanya kehidupan tapi juga penampilan akan berubah selama masa kehamilan. Hampir seluruh bagian tubuh Bunda baik yang tampak secara kasat mata seperti perut yang semakin besar maupun tidak kasat mata seperti usus yang juga berubah.

Faktanya, kehamilan dapat mengubah ukuran usus ibu menjadi lebih besar. Temuan ini membuka wawasan baru tentang bagaimana tubuh perempuan menyesuaikan diri untuk mendukung kehidupan baru yang sedang berkembang.

Apa yang terjadi pada usus saat hamil?

Saat hamil, rahim akan membesar untuk memberi ruang bagi bayi yang tumbuh. Tentu saja, organ-organ lain di sekitar perut, termasuk usus, juga harus 'mengalah'. Usus yang biasanya menempati sebagian besar rongga perut akan terdorong dan sedikit berubah posisinya. 

Tim peneliti global yang dipimpin oleh Josef Penninger dan Masahiro Onji dari Universitas Kedokteran Wina, melaporkan temuan mengejutkan bahwa usus juga berubah total pada perempuan hamil dan menyusui. Mereka mengamati bahwa vili usus mengalami reorganisasi selama kehamilan dan menyusui dan membesar secara signifikan, sehingga luas permukaannya menjadi dua kali lipat.

Studi baru ini untuk pertama kalinya memberikan penjelasan molekuler dan struktural tentang bagaimana dan mengapa usus berubah untuk beradaptasi dengan peningkatan permintaan nutrisi ibu, yang mungkin terjadi pada semua mamalia hamil dan menyusui.

Mengapa usus menjadi lebih besar?

Berdasarkan studi yang dipublikasikan oleh University of Rochester Medical Center, ada beberapa sebab yang membuat usus menjadi lebih besar selama masa kehamilan. Mulai dari hormon kehamilan, rahim yang membesar dan sistem pencernaan. Berikut beberapa alasan utama:

1. Penyesuaian dengan peningkatan penyerapan nutrisi

Selama hamil, tentunya Bunda membutuhkan nutrisi lebih banyak dari pada saat tidak hamil. Bunda memerlukan lebih banyak kalori, vitamin, dan mineral untuk menunjang pertumbuhan janin. Dengan usus yang lebih besar, area permukaan untuk penyerapan nutrisi menjadi lebih luas, sehingga tubuh dapat menyerap nutrisi dari makanan yang dikonsumsi seperti vitamin, mineral, dan zat besi.

2. Peningkatan jumlah darah dan perubahan hormon

Saat hamil, Bunda akan lebih banyak mengaktifkan hormon progresteron. Hormon tersebut memengaruhi motilitas usus yang menyebabkan otot-otot usus berfungsi lebih lambat. Hal ini memberi waktu lebih banyak untuk penyerapan nutrisi, dan juga bisa menyebabkan sembelit. Namun, gerakan usus yang lebih lambat ini juga bisa menyebabkan penumpukan gas dan sembelit, sehingga bisa memberi kesan bahwa usus menjadi lebih besar.

3. Rahim yang membesar

Butuh banyak ruang di rahim untuk memberi ruang pada bayi yang tumbuh. Hal itu menyebabkan organ-organ lain di sekitarnya, termasuk usus harus beradaptasi. Dalam proses ini, usus beradaptasi dengan memperluas dirinya untuk menghindari tekanan yang berlebihan. 

4. Perubahan metabolisme tubuh

Metabolisme Bunda juga akan meningkat selama kehamilan lho. Hal itu untuk mendukung kebutuhan energi yang lebih tinggi. Sebab, usus berperan penting dalam meningkatkan efisiensi pemecahan dan penyerapan energi dari makanan, sehingga bisa mempengaruhi ukuran dan kapasitasnya untuk bekerja lebih keras.

Dampak jangka panjang perubahan usus pada kesehatan Bunda

Adapun dampak jangka panjang perubahan ukuran usus pada tubuh Bunda yakni:

1. Perubahan pola pencernaan dan pola makan

Setelah melahirkan, sebagian besar perubahan pada usus akan kembali normal. tetapi beberapa adaptasi mungkin bertahan. Beberapa ibu melaporkan perubahan pola pencernaan atau metabolisme bahkan setelah melahirkan.

Banyak para Bunda yang mengalami peningkatan nafsu makan atau pola makan yang berbeda setelah kehamilan. Selain itu, keluhan lainnya yang kerap dirasakan oleh Bunda setelah melahirkan adalah sembelit dan peningkatan risiko wasir. 

Dalam hal ini, penting sekali bagi Bunda untuk menjaga pola makan dan konsumsi makanan tinggi serat, rendah lemak jenuh, dan kaya probiotik untuk menjaga kesehatan usus.

2. Respon imun yang lebih lemah

Sistem imun yang berubah selama masa hamil mungkin membutuhkan waktu untuk pulih sepenuhnya. Hal itu membuat ibu lebih rentan terhadap infeksi pencernaan atau alergi makanan. Ketidakseimbangan pencernaan dapat memicu peradangan ringan yang memengaruhi kesehatan jangka panjang

3. Risiko pada kesehatan mental

Ketidaknyamanan pencernaan yang berlangsung lama, seperti sembelit atau kembung, dapat berdampak pada kesehatan mental Bunda. Hal itu menimbulkan Stres, cemas atau bahkan depresi. 

Penting sekali bagi Bunda untuk mengendalikan stres. Bunda bisa melakukan relaksasi seperti yoga atau meditasi untuk mengurangi stres yang berdampak pada pencernaan.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online