Studi Ungkap Bumil yang Stres Bisa Sebabkan Putri Pertama Alami Pubertas Dini

3 months ago 53

Jakarta -

Stres selama hamil ternyata enggak cuma memengaruhi kesehatan Bunda, tapi juga bisa berdampak ke Si Kecil kelak lho! Salah satunya, anak perempuan pertama berisiko mengalami pubertas dini. Kok bisa? Yuk simak penjelasan para ahli!

Apa kaitan stres dan pubertas dini?

Saat Bunda hamil stres, tubuh memproduksi hormon kortisol alias 'hormon stres'. Nah, hormon ini enggak hanya bikin Bunda merasa cemas atau lelah, tapi juga bisa masuk ke janin lewat plasenta. Kalau kadar kortisol tinggi, perkembangan janin, terutama anak perempuan, bisa ikut terpengaruh.

Berdasarkan studi yang dipublikasikan National Center for Biotechnology Information, ditemukan bahwa jika seorang ibu stres saat hamil, anaknya cenderung memiliki masalah emosional atau kognitif, termasuk peningkatan risiko defisit perhatian/hiperaktivitas, kecemasan, dan keterlambatan bahasa.

Besarnya efek ini signifikan secara klinis, karena beban yang dapat diatribusikan dari masalah emosional/perilaku akibat stres dan/atau kecemasan antenatal adalah sekitar 15 persen.

Sementara itu, menurut penelitian yang digelar UCLA, paparan hormon stres ini bisa mempercepat matangnya sistem hormon reproduksi Si Kecil. Hal itu ditandai oleh perubahan seperti pertumbuhan rambut tubuh, jerawat, dan aspek pematangan kognitif. Sehingga anak bisa mengalami pubertas lebih cepat dari teman-temannya.

Selain itu, menurut Health.au.dk, baik anak perempuan maupun laki-laki yang lahir dari ibu yang mengalami stres selama kehamilan, memasuki masa pubertas lebih awal. Pada anak perempuan, mereka akan mengalami menstruasi pertama lebih awal dan perkembangan payudara serta rambut kemaluan.

Sementara pada anak laki-laki akan mengalami perubahan suara, ejakulasi pertama, perkembangan testis, dan muncul rambut kemaluan lebih cepat.

Bayangkan saja Bunda, saat teman-temannya masih asyik main, Si Kecil malah sudah mulai tumbuh tanda-tanda dewasa, seperti menstruasi atau perubahan bentuk tubuh.

Faktor pemicu stres pada ibu hamil

Sebenarnya banyak faktor yang memicu stress pada ibu hamil baik fisik, emosional maupun lingkungan. Namun yang menjadi faktor utama adalah Perubahan hormon selama kehamilan sehingga memengaruhi sistem tubuh dan emosi ibu yang seringkali membuat mereka lebih sensitif terhadap tekanan atau beban psikologis.

Misalnya, kekhawatiran tentang kesehatan janin, proses persalinan, atau kemampuan untuk menjadi orang tua sering muncul dan menambah kecemasan.

Selain itu, dari aspek fisik, rasa tidak nyaman akibat mual, muntah, atau kelelahan juga dapat meningkatkan stres. Jika ibu menghadapi kondisi kesehatan tertentu, seperti preeklamsia atau diabetes gestasional, tantangan ini bisa memperberat beban mentalnya.

Lingkungan turut memegang peran penting. Konflik rumah tangga, tekanan finansial, atau kurangnya dukungan sosial membuat ibu hamil merasa kesepian atau kewalahan.

Para peneliti di Universitas Aarhus, mengatakan bahwa stres kerap dialami saat pada trimester kedua selama kehamilan. Jika tidak diatasi secara cepat maka anak akan mengalami pubertas dini. 

"Secara keseluruhan, kami menemukan bahwa semakin banyak stres yang dialami ibu hamil selama kehamilan, maka semakin dini anak-anak memasuki masa pubertas. Kami juga menemukan bahwa hubungan ini bukan karena dampak pada kesejahteraan anak-anak itu sendiri dan BMI di masa kanak-kanak," kata Postdoc Anne Gaml-Sørensen, pemimpin studi.

Cara mengelola stres pada ibu hamil

Tak bisa dipungkiri bahwa kehamilan juga membawa berbagai tantangan yang kadang membuat Bunda merasa cemas, lelah, atau stres. Itu wajar, kok! Tapi jangan khawatir, ada banyak cara sederhana untuk mengelola stres agar Bunda bisa lebih menikmati momen-momen berharga bersama Si Kecil di dalam kandungan.

1. Mendapat dukungan emosional

Bunda tidak perlu menghadapi semuanya sendirian. Bercerita kepada pasangan, keluarga, atau sahabat tentang apa yang bunda rasakan dapat meringankan beban pikiran. Terkadang, hanya dengan didengarkan saja, hati sudah terasa lebih lega.

2. Menjalani pola hidup sehat

Makanan bergizi dan tidur yang cukup sangat membantu mengurangi stres. Jangan lupa, Si Kecil juga membutuhkan nutrisi yang baik dari makanan yang bunda konsumsi. Hindari terlalu banyak kafein atau makanan manis berlebih yang justru bisa membuat suasana hati jadi lebih tidak stabil

3. Nikmati aktivitas ringan

Olahraga ringan seperti yoga prenatal, berjalan santai, atau sekadar melakukan peregangan bisa membantu bunda merasa lebih segar dan rileks. Aktivitas fisik juga membantu meningkatkan hormon endorfin yang membuat Bunda merasa lebih bahagia.

4. Batasi informasi negatif

Kadang terlalu banyak membaca atau mendengar cerita menakutkan tentang kehamilan atau persalinan justru membuat bunda makin khawatir. Pilihlah sumber informasi yang positif dan terpercaya, atau ikuti kelas kehamilan untuk mendapatkan panduan yang lebih baik.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSc-okWTDzj2ZWIh3BNIRis8OTfk0O6_rvQzSmvXHNX3uyE3PA/viewform?pli=1

(pri/pri)

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online