TikTok menjadi salah satu media sosial yang digunakan untuk membagikan berbagai informasi, termasuk tentang gaya parenting, Bunda. Salah satu TikTokers asal Utah, Amerika Serikat, Hannah Hiatt, belum lama ini menjadi sorotan netizen.
Hannah merupakan seorang Bunda influencer yang cukup populer di dunia parenting. Meski begitu, videonya sempat menjadi kontroversial dan memicu tuduhan akan penelantaran dan pelecehan pada anak.
Dilansir dari laman Tribune The Express, Hannah yang juga berprofesi sebagai perawat ini pertama kali menuai sorotan pada bulan Oktober 2024. Kala itu, dirinya memperlihatkan 17 popok kotor yang berserakan di rumahnya.
Video ini dimaksudkan untuk menyoroti pengalamannya yang kelelahan karena mengasuh anak. Namun, hal ini lantas dengan cepat menimbulkan rasa khawatir pada netizen.
Anak Hannah terlihat ketakutan
Kontroversi terbaru terungkap ketika putra Hannah yang berusia dua tahun, James, menjadi viral. Dalam video tersebut, James terlihat dalam troli belanjaan, Bunda.
Kala itu, ia tampak tersentak dan mengangkat tangannya saat sang Ayah, Braxton Hiatt, mendekat dengan membawa sebuah benda. Banyak penonton menafsirkan reaksi anak tersebut sebagai tanda ketakutan atau trauma sehingga memicu kritik.
"Dia bereaksi seperti akan dipukul," tulis seorang pengguna TikTok terhadap video tersebut dikutip dari laman The Independent.
Beberapa netizen menunjuk ke video lain di mana James tampak pergi tanpa makan dalam waktu yang lama. Di sini, Hannah dan Braxton juga diduga menolak untuk membelikannya mantel musim dingin padahal suhu di Utah sangat dingin.
Hal ini lantas membuat netizen menyerukan agar Hannah dan sang suami segera diselidiki dan ditangkap karena dugaan penelantaran dan pelecehan anak.
Netizen menyerukan penyelidikan dan penangkapan Hannah
Ilustrasi Pelecehan dan Penelantaran Anak/Foto: iStock
Masa lalu Hannah turut dibongkar oleh netizen, Bunda. Ia diduga menolak untuk mencari perawatan prenatal selama kehamilan karena alasan kurangnya asuransi.
Tidak hanya itu, James juga sering terlihat dengan wajah dan kaki yang memar sehingga netizen khawatir tentang keselamatan dan kesejahteraannya.
Saat kontroversi semakin memuncak, banyak netizen yang mulai menyerukan penyelidikan oleh Child Protective Service (CPS) terhadap Hannah dan sang suami. Bahkan, beberapa menuntut agar keduanya ditangkap karena mengabaikan anak-anak mereka.
Menanggapi tuduhan ini, Hannah mengungkapkan pembelaannya terhadap insiden sang putra di atas troli belanjaan. Ia mengklaim bahwa itu hanyalah interaksi yang menyenangkan antara suami dan putranya.
"Dalam video yang membuat kalian semua panik, mereka hanya bermain. Mereka selalu bermain di mana mereka saling menakut-nakuti. Itulah yang selalu mereka lakukan," ungkap Hannah dalam sebuah video dikutip dari The Independent.
"Tidak ada yang terjadi. Dari saat suami saya bangun di pagi hari, hingga saat dia pergi tidur, dia hanya memikirkan anak-anak kami dan keluarga kami dan apa yang terbaik untuk kami," sambungnya.
Meski begitu, banyak kritikus tetap tidak yakin dengan penjelasan Hannah. Mereka pun membuat seruan intensif untuk keterlibatan CPS dan penyelidikan yang mendesak.
Dalam sebuah pernyataan yang dilansir laman People, Departemen Kepolisian Ogden, Utah, mengonfirmasi bahwa ada penyelidikan terbuka dan aktif terhadap Hannah Hiatt. Hal ini dilakukan karena banyaknya laporan melalui Layanan Perlindungan Anak dan polisi.
"Ada seorang detektif yang ditugaskan pada kasus ini," kata juru bicara departemen tersebut.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
Jangan lupa saksikan juga video tips edukasi seks pada anak sejak dini berikut ini:
(mua/fir)
Loading...