Wacana Jam Olahraga Ditambah, Ini 5 Rekomendasi Aktivitas Fisik untuk Jaga Kesehatan Mental Anak

3 months ago 68

Jakarta -

Langkah yang diusulkan oleh Presiden Prabowo Subianto untuk menambah durasi olahraga di sekolah menjadi minimal 1 jam per hari adalah kebijakan yang relevan dalam meningkatkan kesehatan fisik dan mental generasi muda.

Berdasarkan data Riskesdas 2018, jumlah penduduk Indonesia di usia lebih dari 10 tahun yang kurang melakukan aktivitas fisik meningkat, dari 26,1 persen pada 2013 menjadi 33,5 persen pada 2018. Kebijakan penambahan jam olahraga dapat menjadi salah satu solusi untuk menanamkan budaya aktif sejak dini.

Peningkatan durasi olahraga di sekolah tidak hanya berfungsi sebagai upaya mengatasi kurangnya aktivitas fisik, tetapi juga sebagai cara untuk mengimbangi dampak negatif dari prevalensi penggunaan gadget yang semakin meningkat di kalangan anak-anak dan remaja. Melalui penyediaan waktu yang memadai untuk aktivitas fisik, kebijakan ini dapat membantu siswa mengembangkan kebiasaan sehat yang berkelanjutan, sekaligus mengurangi ketergantungan pada layar dan memperbaiki kualitas interaksi sosial mereka.

Manfaat olahraga bagi anak dan remaja

Simak ulasan selengkapnya berikut ini:

1. Meningkatkan Kesehatan Fisik

Penelitian menunjukkan bahwa aktivitas fisik yang teratur, termasuk olahraga, berperan dalam mencegah dan mengurangi risiko penyakit kronis. Kebijakan ini sesuai dengan rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menganjurkan anak-anak dan remaja melakukan aktivitas fisik sedang hingga berat setidaknya 60 menit per hari untuk mendapatkan manfaat kesehatan yang optimal.

2. Meningkatkan kesehatan mental

Olahraga terbukti membantu mengurangi gejala depresi dan kecemasan pada anak-anak dan remaja, meningkatkan suasana hati, serta memperkuat rasa percaya diri. Studi yang diterbitkan di Journal of Adolescent Health menemukan bahwa partisipasi dalam aktivitas fisik berkorelasi positif dengan kesejahteraan mental, terutama melalui peningkatan hormon endorfin.

3. Meningkatkan Kemampuan Kognitif dan Prestasi Akademik

Aktivitas fisik tidak hanya penting untuk kebugaran fisik, tetapi juga berperan vital dalam perkembangan kognitif anak. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Psychology of Sport and Exercise menemukan bahwa anak-anak yang lebih aktif fisik cenderung memiliki skor yang lebih tinggi dalam ujian matematika dan bahasa, serta lebih baik dalam tugas-tugas yang memerlukan konsentrasi dan pemecahan masalah. Olahraga secara teratur membantu meningkatkan fokus dan konsentrasi, mempermudah anak untuk belajar dan menyimpan informasi, serta membantu anak dalam mengatur emosi, mengurangi stres, dan meningkatkan suasana hati.

Kenali Bahaya Kurangnya Aktivitas Fisik pada Anak

Simak ulasan selengkapnya penjelasan di bawah ini:

1. Risiko Obesitas dan Penyakit Kronis

Anak-anak yang kurang bergerak berisiko lebih tinggi terkena penyakit karena sistem kekebalan tubuh mereka cenderung lebih lemah. Sehingga anak cenderung memiliki risiko lebih tinggi terhadap obesitas, yang dapat memicu berbagai penyakit kronis seperti diabetes tipe 2, hipertensi, dan gangguan kardiovaskular. Penelitian oleh World Health Organization (WHO) menunjukkan bahwa kurangnya aktivitas fisik merupakan salah satu faktor utama penyebab peningkatan prevalensi obesitas pada anak di seluruh dunia.

2. Gangguan Pertumbuhan dan Perkembangan Motorik

Aktivitas fisik berperan penting dalam perkembangan motorik anak, seperti koordinasi, kekuatan otot, dan fleksibilitas. Anak yang kurang bergerak cenderung mengalami keterlambatan dalam perkembangan motorik, yang dapat memengaruhi kemampuan fisik mereka di kemudian hari. Sebuah studi menunjukkan bahwa kurangnya aktivitas fisik pada anak usia dini berdampak buruk pada perkembangan keterampilan motorik, yang juga berpengaruh pada rasa percaya diri anak dalam melakukan aktivitas fisik di masa depan.

3. Dampak Negatif pada Kesehatan Mental

Kurangnya olahraga dapat menyebabkan penurunan kadar neurotransmitter seperti serotonin dan endorfin, yang berperan penting dalam menjaga suasana hati yang stabil. Anak-anak yang tidak cukup aktif secara fisik cenderung lebih rentan terhadap dampak negatif stres, seperti masalah tidur dan gangguan konsentrasi. Penelitian yang dipublikasikan dalam The Lancet Psychiatry menunjukkan bahwa anak-anak yang kurang bergerak dan tidak memiliki kesempatan untuk berinteraksi melalui olahraga dapat merasa terisolasi, dan pada akhirnya akan berdampak buruk pada kesehatan mental mereka dalam jangka panjang.

4. Penurunan Kemampuan Kognitif dan Akademik

Tanpa olahraga yang cukup, anak-anak mungkin mengalami kecemasan atau stres yang memengaruhi kemampuan mereka untuk fokus di kelas. Penurunan fungsi eksekutif dan pengaturan emosi ini dapat menyebabkan gangguan dalam proses pembelajaran. Penelitian dari Frontiers in Psychology mengungkapkan bahwa siswa yang kurang bergerak akan menunjukkan performa akademik yang lebih rendah dibandingkan siswa yang aktif secara fisik.

4 Pertimbangan penting saat menambahkan durasi olahraga olahraga di sekolah

Kemudian dalam penerapan kebijakan, ada beberapa tantangan yang perlu dipertimbangkan oleh pemerintah, diantaranya:

1. Kesesuaian dengan Kurikulum dan Integrasi Jadwal Belajar

Salah satu pertimbangan utama dalam menambah durasi olahraga di sekolah adalah keseimbangan antara waktu olahraga dan waktu untuk kegiatan akademik. Penting untuk memastikan bahwa penambahan waktu olahraga tidak mengurangi durasi pelajaran yang berfokus pada keterampilan kognitif.

2. Infrastruktur dan Fasilitas Olahraga

Infrastruktur yang memadai adalah hal yang sangat penting untuk mendukung kebijakan penambahan durasi olahraga. Tidak semua sekolah memiliki fasilitas yang cukup untuk menyediakan olahraga dengan kualitas yang baik. Oleh karena itu, pemerintah dan sekolah perlu bekerja sama untuk memastikan bahwa fasilitas olahraga yang ada sesuai dengan standar keselamatan dan kenyamanan bagi siswa.

3. Pelatihan dan Kualitas Pengajaran Olahraga

Guna memastikan bahwa kegiatan olahraga dapat berjalan dengan efektif, pelatihan untuk guru olahraga perlu diprioritaskan. Guru olahraga yang terlatih dapat merancang program yang menyenangkan sekaligus bermanfaat bagi perkembangan fisik dan mental siswa. Adapun dalam pengajarannya dapat menambah variasi dalam jenis olahraga, seperti permainan tim, senam, atau aktivitas fisik berbasis seni, sehingga dapat meningkatkan motivasi dan partisipasi siswa dalam kegiatan fisik

4. Pertimbangan Usia dan Kemampuan Fisik Siswa

Durasi dan jenis olahraga yang diberikan sebaiknya disesuaikan dengan usia dan kemampuan fisik siswa. Aktivitas yang terlalu berat dapat menyebabkan kelelahan berlebihan dan cedera, terutama pada siswa yang masih dalam tahap perkembangan fisik. Oleh karena itu, olahraga yang dirancang harus mempertimbangkan berbagai faktor individu siswa, seperti usia, jenis kelamin, dan tingkat kebugaran.

Tips Agar Anak Tidak Kelelahan Usai Berolahraga

Orang tua perlu memperhatikan beberapa aspek penting yang dapat membantu anak memulihkan energi dan menjaga keseimbangan tubuh setelah aktivitas fisik. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan:

1. Pemberian Nutrisi yang Tepat

Setelah aktivitas fisik, tubuh membutuhkan karbohidrat untuk mengisi ulang energi yang hilang, serta protein untuk memperbaiki otot yang telah digunakan. Makanan seperti buah-buahan, yogurt, atau sandwich dengan isian protein dapat membantu tubuh anak pulih dengan cepat. Sebuah studi dalam Journal of Sports Sciences mengungkapkan bahwa makanan yang mengandung protein dan karbohidrat setelah berolahraga dapat meningkatkan pemulihan fisik dan mengurangi kelelahan.

Di sisi lain, anak-anak yang berolahraga perlu cukup minum sebelum, selama, dan setelah aktivitas fisik untuk menggantikan cairan yang hilang melalui keringat. Oleh karena itu, untuk mencegah dehidrasi, orang tua harus memastikan anak minum air yang cukup selama dan setelah berolahraga.

2. Durasi dan intensitas olahraga yang Sesuai

Orang tua perlu memastikan bahwa durasi dan intensitas olahraga yang dilakukan anak sesuai dengan usia dan kemampuannya. Olahraga yang terlalu berat atau berlangsung terlalu lama dapat menyebabkan kelelahan yang berlebihan.

Selain itu, orang tua dapat mengajari anak untuk melakukan pemanasan sebelum olahraga dan pendinginan setelah olahraga. Pemanasan mempersiapkan otot dan persendian untuk aktivitas fisik, sementara pendinginan membantu tubuh kembali ke kondisi normal setelah latihan. Hal ini bertujuan untuk membantu mengurangi ketegangan otot dan meningkatkan pemulihan setelah berolahraga.

3. Waktu Istirahat yang Cukup

Jika anak menunjukkan tanda-tanda kelelahan atau ketidaknyamanan, orang tua harus segera menghentikan aktivitas dan memberi kesempatan untuk beristirahat. Pengawasan ini sangat penting untuk mencegah kelelahan berlebih yang dapat menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang.

Istirahat yang cukup adalah kunci untuk pemulihan setelah olahraga. Anak-anak perlu memiliki waktu untuk beristirahat, tidur, dan pulih setelah berolahraga. Penelitian menunjukkan bahwa tidur yang cukup sangat penting dalam proses pemulihan fisik, karena tubuh memulihkan sel-sel dan jaringan yang rusak selama tidur.

Oleh karena itu, orang tua perlu memastikan bahwa anak tidur dengan cukup setelah berolahraga agar energi mereka kembali dan mengurangi kelelahan.

Rekomendasi Olahraga yang Baik untuk Kesehatan Mental

Berikut rekomendasinya:

1. Yoga

Yoga adalah kombinasi gerakan fisik, pernapasan, dan meditasi yang dapat membantu mengurangi stres dan kecemasan. Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Psychiatric Practice menunjukkan bahwa yoga efektif dalam mengurangi gejala depresi ringan hingga sedang.

Praktik yoga secara rutin juga meningkatkan regulasi emosi dan memberikan efek menenangkan melalui pengurangan kadar hormon kortisol, yang dikenal sebagai hormon stres.

2. Olahraga Aerobik (Berlari, Bersepeda, dan Renang)

Olahraga aerobik membantu meningkatkan aliran darah ke otak, sehingga merangsang pelepasan endorfin yang dikenal sebagai "hormon kebahagiaan." Studi dari American Psychological Association menyebutkan bahwa berlari secara rutin dapat membantu mengurangi gejala depresi, meningkatkan suasana hati, dan mengurangi perasaan cemas.

Penelitian lain juga menunjukkan bahwa bersepeda dan berenang memiliki manfaat serupa, terutama ketika dilakukan di lingkungan luar ruangan, karena kombinasi aktivitas fisik dan paparan alam memberikan efek menenangkan.

3. Olahraga Tim (Sepak Bola, Basket, atau Voli)

Olahraga tim bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga tentang membangun keterampilan sosial dan meningkatkan rasa percaya diri. Sebuah studi yang diterbitkan di The Lancet Psychiatry menyebutkan bahwa partisipasi dalam olahraga tim memiliki dampak signifikan dalam mengurangi perasaan kesepian dan meningkatkan kesehatan mental pada anak-anak dan remaja. Aktivitas ini mendorong interaksi sosial yang positif, yang penting untuk mendukung kesehatan psikologis.

4. Olahraga Bela Diri (Karate, Taekwondo, Judo)

Latihan bela diri menekankan disiplin, kontrol diri, dan ketenangan, yang dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan rasa percaya diri. Studi yang diterbitkan dalam Journal of Strength and Conditioning Research menunjukkan bahwa latihan bela diri dapat membantu meningkatkan kesejahteraan emosional dengan mengurangi kecemasan dan meningkatkan rasa kontrol diri.

Beberapa jenis bela diri, pelatihan tidak hanya fokus pada keterampilan fisik, tetapi juga pada pengembangan mental seperti ketekunan, keberanian, dan fokus, yang dapat membantu individu mengatasi tantangan dengan lebih baik. Selain itu, bela diri juga memberikan kesempatan untuk berlatih teknik pernapasan yang menenangkan dan memberikan perasaan pencapaian setelah berhasil menguasai teknik atau level tertentu.

5. Olahraga di Alam Terbuka (Hiking dan Berjalan di Hutan)

Hiking atau berjalan di hutan menggabungkan manfaat olahraga fisik dengan efek menenangkan dari alam. Penelitian yang diterbitkan dalam Frontiers in Psychology menunjukkan bahwa aktivitas fisik di alam terbuka dapat mengurangi stres, meningkatkan kreativitas, dan memperbaiki suasana hati.

Paparan sinar matahari juga membantu meningkatkan kadar vitamin D, yang berhubungan dengan pengurangan gejala depresi. Guna mendapatkan manfaat optimal, disarankan untuk memilih olahraga yang sesuai dengan preferensi pribadi dan kondisi fisik individu.

Demikian ulasan mengenai manfaat penambahan jam olahraga di sekolah untuk anak. Selain untuk menjaga kesehatan fisiknya, olahraga juga dapat memelihara kesehatan mental anak. 

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online