Jakarta -
Bunda pernah melihat anak tiba-tiba manja, diam mendekam di kamar seharian atau balik membentak ketika sedang dinasihati? Bisa jadi mereka sebenarnya butuh perhatian dari Bunda, orang tuanya.
Pada dasarnya, perhatian merupakan kebutuhan paling mendasar yang dimiliki setiap orang. Meskipun tidak selalu buruk jika seorang anak mencari perhatian, hal itu sering ditafsirkan sebagai hal yang negatif.
Sebenarnya, Si Kecil mencari cinta, dukungan, dan perhatian. Anak-anak membutuhkan perhatian dari orang tua mereka untuk berkembang.
"Entah anak mengakuinya atau tidak, orang tua adalah pusat dunia anak dan anak-anak secara perkembangan dirancang untuk mendambakan perhatian dan perhatian dari orang tua mereka, bahkan remaja," kata Brenner Freeman, MD, seorang psikiater di Banner Health.
"Mereka membutuhkan perhatian ini untuk merasa terhubung, memiliki ikatan emosional dan berlabuh di dunia dan merasa bahwa mereka penting. Hal ini tidak selalu jelas bagi orang tua, tetapi anak-anak secara sadar dan tidak sadar akan mencoba berbagai cara untuk mendapatkan perhatian orang tua mereka," katanya, dikutip dari laman Banner Health.
Tanda-tanda anak butuh perhatian orang tua
Lalu, apa saja tanda-tanda anak memerlukan perhatian dari orang tua? Simak tanda-tanda berikut penjelasannya di bawah ini seperti dilansir berbagai sumber:
1. Menarik diri atau cemas di sekitar orang lain
Dikutip dari Only My Health, jika anak biasanya supel tetapi menjadi pendiam atau cemas di sekitar orang lain, itu mungkin pertanda bahwa mereka membutuhkan perhatian orang tua. Mereka mungkin merasa harus bersaing untuk mendapatkan perhatian orang tuanya sehingga mereka mungkin menjauh dari orang lain.
2. Bertingkah di sekolah atau di rumah
Hal ini dapat terwujud dalam berbagai cara, seperti bertingkah di kelas, berkelahi dengan saudara kandung atau mengamuk. Jika ini bukan karakter anak, itu mungkin pertanda bahwa mereka membutuhkan lebih banyak waktu berdua dengan orang tuanya.
3. Tampak manja
Jika anak tiba-tiba tampak manja, mereka mungkin membutuhkan lebih banyak perhatian dari orang tuanya. Mereka mungkin ingin duduk di pangkuan ortu mereka sepanjang waktu, tidur bersama, atau mungkin selalu ingin berada di dekat orang tua.
Mereka mungkin juga mencoba menyela pembicaraan orang tua dengan orang lain atau terlibat dalam kegiatan lain.
4. Tampak iri dengan orang lain yang mendapat lebih banyak perhatian
Jika anak tampak iri dengan orang lain yang mendapat lebih banyak perhatian daripada mereka (misalnya, adiknya), itu pertanda bahwa mereka juga menginginkan lebih banyak perhatian dari orang tua. Penting untuk memastikan bahwa setiap anak merasa mendapatkan cukup waktu dan perhatian yang dipersonalisasi sehingga mereka tidak merasa ditinggalkan atau diabaikan.
5. Mudah menangis hampir setiap saat
Mereka mungkin merasa diabaikan dan menganggap orang tua tidak punya waktu untuk mereka. Hal ini dapat menyebabkan perasaan tidak aman dan harga diri yang rendah, Bunda.
6. Sering melamun
Hal ini bisa jadi karena pikiran mereka mengembara jika mereka bosan. Kebosanan sering terjadi ketika seseorang tidak cukup terstimulasi secara mental.
Jika anak tidak mendapatkan cukup stimulasi mental di rumah, itu bisa menjadi salah satu alasan mengapa mereka melamun. Cobalah melakukan beberapa aktivitas yang menyenangkan dan interaktif dengan mereka yang akan melibatkan pikiran mereka dan membantu mencegah kebosanan.
7. Selalu mencari persetujuan
Jika anak selalu mencari persetujuan, baik dari orang tua, teman-temannya, atau bahkan orang asing, bisa jadi karena mereka merasa tidak aman. Hal ini terkadang dapat terwujud sebagai perilaku memberontak karena anak mencoba mendapatkan reaksi dari orang dewasa dalam kehidupan mereka.
Jika Bunda melihat perilaku ini pada anak, dorong komunikasi dan luangkan waktu ekstra untuk menunjukkan cinta dan kasih sayang kepada mereka sehingga mereka tahu bahwa mereka dihargai.
Komunikasi adalah kuncinya
Jika Bunda menemukan tanda-tanda anak butuh perhatian, maka komunikasi adalah kuncinya. Berikut ini adalah contoh percakapan dengan anak yang bisa Bunda contoh:
1. Tunjukkan empati
Dikutip dari laman Motherly, tunjukkan empati pada anak seperti, "Bunda turut prihatin melihat kamu mengalami kesulitan saat ini." "Apakah ada yang perlu Bunda bantu supaya kamu bisa melakukannya?".
2. Ungkapkan apa yang sedang terjadi
Bahas kebutuhan apa saja yang mungkin tidak terpenuhi dan perasaan apa yang sedang dialami anak. Misalnya, "Kayaknya kamu merasa sangat marah, ya? Mari kita bicarakan apa yang membuat kamu merasa marah. Apakah ada solusinya?"
Bunda atau Ayah dapat membantu anak menemukan cara yang lebih baik untuk memenuhi kebutuhannya. Bunda dapat mengucapkan, "Daripada melempar mainan, yuk kita coba hal lain untuk membantu kita agar tidak marah. Maukah kamu mencoba dengan Bunda?".
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)