Durasi Menyusui Pengaruhi Perkembangan Otak Anak, Simak Perubahaannya saat Usia 9-10 Tahun!

3 months ago 55

Jakarta -

Semakin lama menyusui, bayi bisa mendapatkan nutrisi maksimal dari foremilk dan hindmilk. Di luar itu, durasi menyusui  ternyata memengaruhi perkembangan otak anak lho, Bunda. Simak faktanya, yuk.

Menyusui memang tidak selalu bisa berlama-lama ya, Bunda. Ada kalanya, bayi hanya menyelesaikan satu sesi payudara kemudian beranjak tidur. Tetapi, ada juga bayi yang menyusunya cukup lama sehingga bisa mengosongkan payudara Bunda secara maksimal.

Ya, menyusui memang idealnya bisa menuntaskan payudara hingga payudara benar-benar terkuras. Sehingga, ASI foremlik dan hindmilk yang lebih kental dan mengandung banyak lemak bisa dikonsumsi bayi.

Secara ilmiah, ternyata menyusui lebih lama juga memengaruhi perkembangan otak Si Kecil di masa depan, kurang lebih saat mereka berusia 9-10 tahun. 

Sebuah studi dari peneliti CHLA mengeksplorasi hubungan antara durasi menyusui dan perkembangan otak-tubuh yang lebih kuat pada anak usia 9 dan 10 tahun.

Jika Bunda atau seseorang yang dekat dengan Bunda pernah menyusui, Bunda mungkin pernah mendengar banyak nasihat (baik yang diminta maupun tidak diminta) tentang berbagai cara menyusui membantu perkembangan otak dan tubuh bayi.

Namun, hingga saat ini, para ahli tidak yakin berapa lama efek positif ini terus memengaruhi perkembangan anak setelah menyusui berakhir.

Sebuah studi baru di Nature Pediatric Research yang dipimpin oleh para ilmuwan Children Hospital Los Angeles bahkan menemukan manfaat menyusui bahkan lebih jauh lagi dalam perkembangan anak daripada yang diperkirakan para ahli sebelumnya.

Analisis statistik para peneliti terhadap lebih dari 7.000 anak-anak AS mengidentifikasi hubungan dengan perkembangan otak dan tubuh yang positif 10 tahun setelah masa kanak-kanak.

Vidya Rajagopalan, PhD, seorang peneliti di Divisi Kardiologi di CHLA, dan dua peneliti lain dari CHLA dan the Keck School of Medicine of USC  mulai mempertanyakan, "Manfaat jangka panjang apa dari menyusui yang dapat ditelusuri dalam otak dan tubuh anak-anak bertahun-tahun kemudian?"

Data dari studi penting memberdayakan analisis yang lebih mendalam dan lebih luas mengenai hal tersebut. Dan, untuk memastikan analisis mereka benar-benar mewakili seluruh populasi AS, para peneliti perlu mendapatkan data sebanyak mungkin.

Mereka menggunakan kumpulan data publik yang mencakup pemindaian otak dan tubuh, riwayat sosial ekonomi, dan riwayat keluarga dan kesehatan dari 7.511 anak yang berpartisipasi dalam The Adolescent Brain Cognitive Development (ABCD).

Ini merupakan studi jangka panjang terbesar tentang perkembangan otak dan kesehatan anak di AS yang didanai oleh The National Institutes of Health (NIH).

"Yang benar-benar keren tentang kumpulan data khusus ini adalah bahwa data tersebut tidak bias terhadap orang-orang yang tinggal di bagian tertentu negara ini," kata Dr. Rajagopalan.

"Anak-anak yang terlibat dalam studi ini memiliki berbagai karakteristik dan latar belakang. Data tersebut juga tidak bias terhadap keluarga yang memiliki pandangan yang sama tentang menyusui." Menyusui berhubungan dengan perkembangan otak serta BMI yang sehat.

Dr. Rajagopalan dan tim melakukan analisis statistik untuk mengeksplorasi manfaat jangka panjang dari menyusui di dua area utama yakni perkembangan otak dan berat badan yang sehat, seperti dikutip dari laman Chla.

Pertama, mereka mengukur dampak menyusui pada beberapa metrik pertumbuhan otak dan menemukan bahwa durasi menyusui yang lebih lama berkorelasi dengan luas permukaan materi abu-abu yang lebih tinggi.

“Area materi abu-abu seperti pusat komputasi otak kita,” jelas Dr. Rajagopalan. “Kita tahu dari studi ilmiah sebelumnya tentang perkembangan otak bahwa luas permukaan materi abu-abu yang lebih tinggi berkorelasi dengan kinerja yang lebih baik pada tugas-tugas kognitif.”

“Meskipun saya senang melihat manfaat menyusui bagi otak, kami mencatat hubungan yang lebih besar antara menyusui dan berat badan yang sehat,” tambah Dr. Rajagopalan. 

Anak-anak yang disusui lebih lama cenderung memiliki indeks massa tubuh (BMI) dan rasio tinggi terhadap berat badan yang sehat, sehingga menurunkan risiko obesitas di kemudian hari.

Para peneliti mengukur dampak ini pada tiga kategori durasi menyusui yang berbeda: 0-3 bulan, 3-6 bulan, dan 12 bulan dan lebih lama. Besarnya manfaat meningkat semakin lama anak disusui, dengan manfaat terbesar bagi anak yang disusui 12 bulan dan lebih lama.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online