Jakarta -
Ultrasonografi atau USG memberi ibu hamil gambaran tentang bagaimana bayi tumbuh dan bagaimana organ-organ vitalnya, termasuk otak, jantung, dan ginjal, berkembang.
USG merupakan momen yang sangat istimewa dan dinantikan karena kita bisa melihat bayi bergerak di layar untuk pertama kalinya. USG ada beberapa jenis, USG 2D, 3D, hingga 4D. Yang akan dibahas kali ini adalah USG 4 dimensi, Bunda.
USG 4 Dimensi mirip dengan USG 3D, tetapi gambarnya menunjukkan gerakan, seperti video. Dalam sonogram 4D, ibu hamil akan melihat bayi melakukan berbagai hal secara langsung (seperti membuka dan menutup matanya serta mengisap jempolnya).
Meskipun ultrasonografi 4D telah digunakan untuk mempelajari jantung janin, gerakan janin, dan kondisi perilaku janin, tapi jika tidak ada indikasi khusus maka sebaiknya tak perlu dilakukan. Dokter kemungkinan hanya akan melakukan ultrasonografi 3D atau 4D jika ada indikasi khusus.
Memilih waktu yang tepat sangat penting dalam menangkap gambar paling jelas dari bayi selama USG 4D, jadi memahami tahapan perkembangan janin dapat membantu memilih momen yang paling tepat untuk pemindaian.
Dilaporkan laman Ultrasoundplus, usia kehamilan yang disarankan untuk pemindaian 4D adalah di atas 4 bulan, antara 26 dan 32 minggu. Pada tahap ini, bayi telah mengembangkan subkutan lemak yang cukup untuk menghasilkan gambar yang lebih jelas, dan fitur wajahnya lebih jelas.
Prosedur USG 4D
Untuk prosedur ini, pasien berbaring di meja pemeriksaan. Kemudian zat seperti gel, yang berfungsi untuk menghantarkan gelombang suara, dioleskan ke perutnya. Sebuah probe kemudian diletakkan di perut dan digerakkan untuk menghasilkan gambar yang langsung muncul di monitor komputer.
Gambar tersebut kemudian diperiksa untuk memeriksa hal-hal yang mungkin tampak tidak biasa. Prosedur ini memakan waktu 15-20 menit dan umumnya tidak menimbulkan rasa sakit dan nyaman. Prosedur USG 4 dimensi juga tidak memerlukan jenis anestesi apa pun.
Apakah USG 4 dimensi janin 4 bulan lengkap perlu dilakukan?
Meskipun secara umum, USG aman, dikutip dari What to Expect, tidak disarankan untuk USG 3D atau 4D non-medis hanya untuk tujuan kenang-kenangan. Gambar atau video kenang-kenangan wajar jika dibuat selama pemeriksaan yang diindikasikan secara medis, dan jika tidak diperlukan paparan tambahan. Penggunaan USG hanya untuk tujuan non-medis seperti mendapatkan kenang-kenangan janin video tidak dianjurkan.
Para ahli di American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) mengatakan bahwa USG hanya boleh dilakukan oleh tenaga medis yang berkualifikasi jika dokter menganggapnya perlu atau memberi ibu hamil lampu hijau.
Ya, USG 4D, biasanya hanya direkomendasikan oleh dokter jika ada dugaan cacat lahir, kelainan bawaan, atau kondisi medis yang memengaruhi ibu. Ini termasuk:
- Cacat tabung saraf
- Aneuploidi janin
- Sumbing langit-langit, yang tidak terdeteksi oleh pemindaian 2D standar
- Fibroid uterus
- Perdarahan subkorionik
- Massa ovarium
Infografis USG 4 Dimensi (4D) Manfaat, Waktu Terbaik & Kisaran Biaya/ Foto: HaiBunda / Dwi Rachmi
Manfaat USG 4 D saat hamil 4 bulan
Ada beberapa manfaat USG 4 dimensi saat hamil 4 bulan. Berikut manfaatnya seperti dikutip dari laman 3D4D Studio:
Salah satu manfaat paling signifikan dari pemindaian ultrasonografi 4D adalah memberikan gambaran janin yang lebih rinci dan nyata. Dengan ultrasonografi 2D, mungkin sulit untuk melihat ciri-ciri khusus bayi, seperti hidung atau mulut. Namun, dengan ultrasonografi 4D, orang tua dapat melihat wajah dan ciri-ciri bayi mereka dengan lebih jelas, yang dapat menjadi pengalaman yang sangat emosional.
Manfaat lain dari pemindaian ultrasonografi 4D adalah dapat memberikan dokter pandangan yang lebih baik tentang potensi masalah medis yang mungkin ada. Misalnya, jika ada dugaan langit-langit sumbing, ultrasonografi 4D dapat memberikan gambaran mulut bayi yang lebih rinci, sehingga memudahkan dokter untuk mendiagnosis dan merencanakan perawatan.
Selain itu, pemindaian ultrasonografi 4D juga dapat digunakan untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan janin. Dengan melacak pertumbuhan dan perkembangan janin, dokter dapat mengidentifikasi potensi masalah sejak dini dan mengembangkan rencana perawatan jika perlu.
Adakah efek samping USG 4D?
Memang, USG 3D itu sama seperti USG 2D, aman jika dilakukan oleh praktisi medis yang terlatih. Menurut March of Dimes, tenaga layanan kesehatan telah menggunakan USG selama lebih dari 30 tahun, dan mereka belum menemukan risiko yang berbahaya.
"Tidak ada bukti bahwa USG berbahaya bagi perkembangan janin. Tidak ditemukan kaitan antara USG dan cacat lahir, kanker anak, atau masalah perkembangan di kemudian hari. Namun, ada kemungkinan efeknya dapat diidentifikasi di masa mendatang. Karena alasan ini, pemeriksaan USG direkomendasikan hanya untuk alasan medis oleh profesional perawatan kesehatan yang berkualifikasi," ungkap ACOG.
Meskipun tidak ada risiko yang terbukti, beberapa ahli khawatir bahwa USG berpotensi memengaruhi bayi, sehingga mereka merekomendasikan untuk membatasi paparan.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)